

Riset adalah fondasi utama dalam mengambil keputusan dalam dunia akademik, bisnis, maupun komunikasi digital. Secara umum, cara riset mencakup identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis, dan penyimpulan temuan. Di era digital seperti sekarang, proses riset tidak lagi terikat pada perpustakaan fisik; internet kini menjadi laboratorium informasi tak terbatas.
Cara Riset di Era Digital
Metodologi riset tradisional tetap relevan: menentukan topik, merumuskan pertanyaan riset, mencari literatur, dan mengumpulkan data primer maupun sekunder. Namun, saat melakukan riset lewat internet, ada pendekatan spesifik dan harus dipahami.

Gambar 1. Copyright: Slane, Christopher, 1957
Pertama, peneliti harus menggunakan kata kunci relevan untuk menemukan sumber data yang tepat, misalnya dengan menggabungkan istilah topik utama dan variabel (“tren pencarian”, “minat pengguna”, “Google Trends”) dalam mesin pencari.
Kemudian, peneliti harus memilih sumber kredibel: jurnal akademik (Google Scholar), database institusi, hingga publikasi resmi pemerintah. Tools seperti Google Trends dapat membantu proses tersebut dengan menyediakan data tren pencarian yang bisa dianalisis lebih lanjut untuk hipotesis riset atau perencanaan konten (cmlabs.co).
Selain itu, riset berbasis internet sering memanfaatkan alat tambahan seperti Google Scholar untuk menemukan literatur akademik peer-reviewed, praktik ini bisa meningkatkan kualitas sumber informasimu, insight seekers.
Apa Manfaat Kemampuan Riset Lewat Internet
Kemampuan riset lewat internet memberikan beberapa manfaat penting, terutama di tengah informasi yang melimpah. Pertama, riset online memungkinkan insight seekers mengakses informasi tanpa batas dari berbagai belahan dunia. Informasi ini meliputi artikel ilmiah, statistik, basis data resmi, hingga sumber media massa. Semua dapat diakses hanya dengan koneksi internet.

Gambar 2. Melakukan riset internet?
Kedua, riset internet menghemat waktu dan tenaga dibandingkan metode tradisional seperti wawancara tatap muka atau observasi lapangan. Sebagai contoh, artikel jurnal atau laporan penelitian bisa langsung diunduh atau dibaca melalui platform digital tanpa perlu fisik hadir di lokasi.
Ketiga, praktik riset online mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis. Karena konten di internet sangat beragam, peneliti harus mampu memilah mana sumber kredibel dan mana yang kurang terverifikasi. Ini termasuk kemampuan mengevaluasi sumber, konteks, dan relevansi setiap informasi.
Keempat, internet membuka kesempatan belajar mandiri melalui akses ke kursus online, tutorial, dan forum akademik, memungkinkan individu memperdalam pemahaman secara fleksibel. Kelihatannya mudah, tapi riset adalah seni berproses dalam mencari, mengolah data, serta bagaimana kemampuan insight seekers dalam berpikir analitis dan kritis.
Google Trends: Alat Riset Berbasis Data Pencarian
Oke insight seekers, salah satu contoh alat populer dalam riset internet adalah Google Trends, layanan gratis dari Google yang menampilkan data tren pencarian berdasarkan kata kunci dalam rentang waktu tertentu.

Gambar 3. Contoh data yang bisa didapatkan dari Google Trends
Google Trends memungkinkan insight seekers melihat popularitas suatu istilah berdasarkan frekuensi pencarian pengguna di mesin pencari Google. Data ini biasanya ditampilkan dalam grafik minat selama waktu tertentu, sehingga memudahkan peneliti mengenali apakah suatu topik sedang meningkat atau menurun popularitasnya.
Alat ini telah digunakan secara luas tidak hanya oleh praktisi SEO dan digital marketing, tetapi juga oleh akademisi untuk memprediksi perilaku publik, mengkaji tren sosial, hingga memodelkan fenomena ekonomi melalui data pencarian. Sebuah studi menunjukkan Google Trends bahkan dipakai dalam berbagai disiplin ilmu untuk memantau dan memprediksi perubahan dalam perilaku manusia atau tren riset selama satu dekade terakhir (Jun, et. al, 2018).
Dengan demikian, menguasai cara riset lewat internet (termasuk penggunaan Google Trends) tidak hanya meningkatkan efektivitas riset digital, tetapi juga memperluas kapasitas analisis data dalam konteks yang lebih dinamis.
Bagaimana dengan insight seekers? Sering pakai Google Trends? Atau punya tools lain?
Email: marketing@proximaresearch.co.id
Contact: +6282299988600