

Focus Group Discussion adalah salah satu metode penelitian kualitatif yang dilakukan melalui diskusi terarah dengan sekelompok kecil partisipan. Peserta yang terlibat dalam FGD dipilih secara khusus berdasarkan karakteristik tertentu, seperti usia, perilaku, pengalaman, atau latar belakang yang relevan dengan tujuan riset.
Diskusi dalam FGD dipandu oleh seorang moderator yang berperan penting dalam menjaga alur pembahasan agar tetap fokus pada panduan diskusi penelitian. Selain itu, moderator juga mendorong partisipan untuk aktif berbagi pandangan, pengalaman, serta menanggapi pendapat peserta lain.
Mengapa FGD Penting untuk Dilakukan?
Metode Focus Group Discussion memiliki peran yang sangat penting dalam proses riset, terutama ketika tujuan penelitian adalah untuk memahami alasan, persepsi, dan motivasi di balik perilaku manusia. Beberapa alasan utama mengapa FGD banyak digunakan antara lain:
Bagaimana Proses Pelaksanaan FGD?
Pelaksanaan metode Focus Group Discussion umumnya melalui beberapa tahapan. Proses dimulai dari perencanaan, yaitu penentuan tujuan riset, penyusunan discussion guide, serta penetapan kriteria partisipan. Selanjutnya dilakukan rekrutmen, di mana calon peserta diseleksi melalui proses screening.
Setelah itu, dilakukan pelaksanaan diskusi, yang biasanya berlangsung selama sekitar 90–120 menit, baik secara tatap muka maupun daring. Selama diskusi, seluruh proses direkam dan dicatat oleh note-taker untuk memastikan tidak ada insight penting yang terlewat. Tahap terakhir adalah analisis, yaitu mengidentifikasi tema, pola, dan insight utama dari hasil diskusi.
Kelebihan dan Keterbatasan FGD
FGD memiliki sejumlah kelebihan, seperti menghasilkan insight yang kaya, mendalam, dan kontekstual, memungkinkan munculnya ide-ide baru yang tidak terduga, serta efektif untuk memahami dinamika sosial dan opini kelompok.
Namun, FGD juga memiliki keterbatasan. Hasil diskusi pada FGD dapat berpotensi mengandung bias akibat tekanan peserta lain di dalam grup, dan sangat bergantung pada kompetensi moderator dalam mengelola diskusi.
Penggunaan FGD dalam Berbagai Jenis Riset
Dalam praktiknya, FGD banyak digunakan dalam riset pemasaran dan pengembangan produk, studi perilaku konsumen, riset kebijakan dan sosial, serta evaluasi komunikasi, kampanye, atau layanan. Dengan pendekatan yang tepat, FGD menjadi alat yang sangat efektif untuk memahami audiens secara lebih manusiawi dan mendalam.
Sebagai ilustrasi, sebuah perusahaan ingin mengevaluasi produk minuman susu ready to drink untuk memahami bagaimana produk tersebut dipersepsikan oleh konsumennya. Fokus FGD ini adalah konsumen yang rutin mengonsumsi minuman susu atau yoghurt minimal dua kali dalam seminggu, sehingga diskusi benar-benar merepresentasikan pengalaman konsumsi sehari-hari.
Dalam sesi FGD, diskusi diarahkan pada berbagai aspek penting yang memengaruhi keputusan konsumen. Topik yang dibahas mencakup momen konsumsi (pagi hari, siang, malam, hingga saat beraktivitas di luar rumah), faktor utama dalam memilih produk seperti rasa, harga, merek, dan kandungan gizi, serta persepsi terhadap kemasan, mulai dari desain, ukuran, hingga kemudahan untuk dibawa. Selain itu, partisipan juga diminta memberikan tanggapan terhadap konsep produk atau desain kemasan baru yang sedang dikembangkan.

Melalui diskusi yang interaktif, partisipan tidak hanya menyampaikan pendapat pribadi, tetapi juga saling menanggapi dan membandingkan pengalaman mereka. Interaksi ini memunculkan berbagai insight menarik, termasuk alasan emosional di balik pemilihan merek tertentu serta ketidakpuasan tersembunyi yang sebelumnya tidak terungkap melalui survei kuantitatif.
Dari FGD ini, diperoleh sejumlah temuan penting, misalnya konsumen menginginkan kemasan lebih praktis dan mudah dibawa untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Faktor harga juga terbukti sangat sensitif, terutama untuk produk yang dikonsumsi secara rutin. Sementara itu, rasa tetap menjadi faktor utama dalam pemilihan produk, namun klaim kesehatan dapat menjadi nilai tambah apabila dikomunikasikan secara jelas dan relevan.
Seluruh insight ini kemudian digunakan sebagai landasan pengembangan produk dan strategi komunikasi, sehingga keputusan yang diambil klien tidak hanya berbasis asumsi, tetapi benar-benar berangkat dari suara konsumen.
Sebagai perusahaan riset pasar, Proxima Research yang berlokasi di Tebet Jakarta menyediakan layanan Focus Group Discussion (FGD) terstruktur dan komprehensif. Mulai dari penyusunan desain riset, rekrutmen partisipan sesuai dengan kriteria, hingga pelaksanaan dan analisis hasil diskusi.
Didukung moderator berpengalaman serta proses quality control yang ketat, Proxima Research memastikan setiap sesi FGD menghasilkan insight relevan, mendalam, dan dapat ditindaklanjuti. Layanan FGD kami dirancang untuk membantu klien memahami audiens secara lebih utuh dan menjadi dasar kuat dalam pengambilan keputusan strategis, baik untuk pengembangan produk maupun evaluasi layanan.
Bagaimana insight seekers? Tertarik menggali insight lebih dalam melalui metode FGD? Silakan hubungi kami atau mampir ke kantor kami, Proxima Research yang berlokasi di Tebet Jakarta.
Email: marketing@proximaresearch.co.id
Contact: +6282299988600
Editor: Hendy Adhitya