

Oke lupakan kekesalan saya atas kekalahan Chelsea semalam dari tim tamu Aston Villa. Ada yang lebih menarik dari itu. Sewaktu menonton laga Chelsea vs Aston Villa, ada satu hal yang terasa berbeda dari biasanya.
Oleh Hendy Adhitya
Vidio menayangkannya dalam format Premier League Data Zone, di mana layar pertandingan menyusut menjadi sekitar 2/3, sementara sepertiga sisanya dipenuhi dengan grafik interaktif dan statistik real-time. Sayangnya saya tidak bisa menampilkan visualnya di sini, dan rekaman versi Data Zone semalam tampaknya belum bisa diakses karena masalah indeks di platform.
Setelah saya telusuri, Vidio ternyata menayangkan dua versi: Data Zone dan siaran normal. Bagi saya yang menonton hanya lewat ponsel, format Data Zone justru terasa kurang nyaman, layar mengecil dan saya kesulitan mengikuti jalannya bola sambil membaca angka-angka statistik.
Apa Itu Premier League Data Zone?
Gambar 1: Tampilan Premier League Data Zone
Premier League Data Zone adalah mode siaran pertandingan Liga Inggris yang diperkaya dengan statistik dan pelacakan pemain secara real-time, yang ditampilkan langsung di layar sebagai overlay grafis. Fitur ini diproduksi oleh Premier League Productions dengan dukungan teknologi dari Genius Sports (SVG News, 2023, Genius Sports, 2023). Dalam penjelasan lebih detil (Vidio.com, April 2025), Premier League Data Zone menampilkan grafik yang meliputi nama pemain dan pergerakan/posisi pemain di lapangan. Termasuk statistik, meliputi akurasi umpan, kecepatan tembakan, dan sentuhan di kotak penalti lawan.
Pertama kali debut eksklusif pada 9 April 2023 di Amerika Serikat pada layanan Peacock untuk laga Arsenal vs Liverpool, format ini menawarkan penonton opsi untuk melihat data performa langsung saat pertandingan berlangsung, mulai dari tracking pemain, peta posisi, hingga indikator statistik lain seperti kecepatan tembakan, akurasi umpan, dan jarak lari total (SVG News, 2023).
Ini jualannya: Data Zone menambahkan dimensi baru berupa insight: data yang biasanya tersedia hanya untuk analis profesional kini hadir dalam tampilan visual yang bisa diikuti oleh penonton umum. Sementara siaran konvensional hanya menampilkan gambar lapangan dan suara komentator.
Kini Setiap Tendangan Bernilai Miliaran. Catat: Bukan Cuma Buat Pemain
Gambar 2: Ya, bukan cuma buat kamu Tsubasa (Hak Cipta: Yoichi Takahashi)
Statistik yang kita lihat lewat Premier League Data Zone, mulai dari akurasi umpan sampai sentuhan di kotak penalti, bukan sekadar angka di layar. Di balik data itu berjalan ekonomi global bernilai miliaran dolar AS yang menggerakkan berbagai sektor industri sepak bola modern: dari klub profesional hingga media, dari fantasy gaming sampai sports betting.
Pertama sekali dan teramat jelas adalah industri yang langsung bersinggungan yaitu: sports analytics. Pasar global ini diperkirakan bernilai sekitar USD 4,47 miliar pada 2024 dan diproyeksikan mencapai USD 14,48 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 20,6% karena tingginya permintaan akan insight data untuk strategi tim dan keterlibatan penggemar (GVR, 2025).
Data performa real-time macam Data Zone (tracking pemain, peta pergerakan, statistik umpan) merupakan bagian dari solusi yang semakin banyak digunakan oleh klub, pelatih, penyiar, dan analis performa profesional untuk scouting pemain dan optimasi taktik. Ini bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan bisnis yang mendorong investasi teknologi tingkat tinggi.
Kedua, industri gim. Menurut proyeksi pasar, nilai pasar fantasy sports global diperkirakan tumbuh dari sekitar USD 19,1 miliar pada 2022 menjadi sekitar USD 50,4 miliar pada 2032, dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 14,6% (CMI, 2025).
Dalam konteks sepak bola, Fantasy Premier League (FPL) sendiri punya lebih dari 11 juta pemain aktif, menjadikannya salah satu platform fantasi terbesar di dunia.
Statistik performa pemain dari pertandingan seperti Arsenal vs Brighton, Chelsea vs Aston Villa atau Nottingham Forest vs Man City secara langsung memengaruhi keputusan jutaan penggemar fantasi: siapa yang dipasang, siapa yang dicadangkan, dan siapa yang dijual untuk mendapatkan poin maksimal. Ini berarti data performa bukan hanya insight, data zone menjadi input ekonomi nyata di pasar gaming global.
Ketiga, tentu saja industri sports betting alias judi. Industri yang sudah ada sejak zaman Nabi. Data real-time seperti dominasi penguasaan bola, jumlah tembakan, dan peluang tercipta secara langsung mempengaruhi odds dan pasar taruhan in-play. Pertumbuhan pasar taruhan sepak bola diperkirakan mencapai skala 59 miliar dolar AS di berbagai wilayah dunia pada 2030 dari 24 miliar dolar AS di 2024 (GVW, 2025).
Customer Experience: Pro dan Kontra
Pengalaman Data Zone bagi penonton terbagi dua.
Bagi penonton gila statistik, Data Zone seperti bonus: insight mendalam tentang taktik, performa individu, dan alur pertandingan yang tidak terlihat hanya dari gambar kamera. Ini juga sangat relevan bagi mereka yang main Fantasy Premier League atau aktivitas berbasis data lain (yah, katakanlah judi).
Namun bagi saya (yang saat ini hanya mampu membayar versi mobile dan menonton lewat ponsel kecil) Data Zone justru mengurangi pengalaman menonton. Layar mengecil, fokus terpecah karena banyaknya tulisan dan grafik, dan terkadang informasi yang terlalu banyak membuat saya kehilangan momen permainan itu sendiri.
Hal ini menunjukkan inovasi teknologi penyiaran perlu disesuaikan dengan konteks perangkat dan kebiasaan penonton, bukan sekadar menambah data tanpa mempertimbangkan pengalaman visual. Tampaknya Vidio butuh part dari layanan market research Indonesia untuk mendeteksi puas atau ketidakpuasan atas hadirnya fitur ini.
Persoalannya simpel, hanya masalah komunikasi kepada pelanggan yang belum rapi tersampaikan soal pilihan fitur. Sepertinya banyak pelanggan yang belum terinfo jika ini adalah fitur pilihan di Vidio, seperti terlihat pada pada kolom chat.
Gambar 3: Banyak pelanggan Vidio yang belum mengetahui fitur Data Zone ini opsional.
Olahraga aja sudah data-driven. Masa’ insight seekers nggak?
Dari Nottingham Forest vs Man City, Chelsea vs Aston Villa, sampai Arsenal vs Brighton, sepak bola modern kini dibaca lewat data, bukan cuma ditonton lewat skor. Setiap sentuhan, sprint, dan peluang punya konteks dan makna.
Pendekatan ini tidak jauh berbeda dengan riset pasar, marketplace research, maupun mini riset dalam dunia bisnis. Data membantu kita memahami pola, menguji asumsi, dan mengambil keputusan berbasis insight, bukan sekadar intuisi.
Di Proxima, sebagai market research Indonesia, kami percaya insight lahir dari riset pasar yang tepat guna: mulai dari mini riset yang cepat dan relevan, hingga marketplace research yang lebih strategis.
Karena pada akhirnya, data tanpa insight cuma angka. Insight tanpa data cuma opini.
Email: marketing@proximaresearch.co.id
Contact: +6282299988600