

Tekanan kerja menjadi salah satu tantangan utama bagi pekerja modern, terutama di kota besar dengan ritme kerja cepat dan kompetitif. Deadline, multitasking, serta tuntutan produktivitas tinggi membuat banyak individu mulai mencari cara menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan mental.
Oleh Erin Erliza
Salah satu tren terbaru adalah menjadikan olahraga sebagai sarana stress release setelah bekerja. Jika berkaca pada data BPS, pada tahun 2024, terdapat 37,16% publik Indonesia rutin berolahraga, atau naik signifikan dari capaian 2012 yang baru mencapai 29,53% (Goodstats, 2025). Data ini tidak hanya menunjukkan perubahan gaya hidup, tetapi juga mencerminkan pergeseran perilaku konsumen yang semakin memprioritaskan wellness dan kualitas hidup.
Workout Sebagai Cara Baru Mengelola Stres Kerja
Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas olahraga tidak lagi dipandang sebagai upaya menjaga kebugaran fisik. Banyak pekerja kini menjadikan workout sebagai bagian dari strategi self-care untuk mengelola tekanan pekerjaan.
Sebagai contoh, olahraga seperti Pilates semakin populer, lebih asyik lagi jika dilakukan sebelum memulai aktivitas kerja. Karena Pilates memiliki unsur stretching dalam gerakannya, jenis olahraga ini mampu membantu meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, serta memperkuat otot inti (Tolnai, et. al, 2016). Selain manfaat fisik, Pilates, jika dilakukan sebelum beraktivitas di kantor maka tubuh lebih siap menghadapi hari dan rasa kantuk bisa dihempaskan. Selain itu, olahraga ini juga membantu meningkatkan fokus dan stabilitas emosi (Guidotti, et. al, 2025).
Sebaliknya, selepas jam kerja, aktivitas olahraga yang lebih dinamis seperti poundfit bisa jadi alternatif. Dengan menggabungkan gerakan kardio, musik energik, dan unsur hiburan, poundfit memberikan pengalaman olahraga ekspresif dan menyenangkan. Aktivitas ini bisa menjadi pilihan melepaskan tekanan emosional setelah padatnya hari kerja.
Perubahan Perilaku Konsumen dalam Industri Fitness dan Wellness
Dari perspektif riset pasar, meningkatnya minat terhadap olahraga sebagai sarana stress management menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Konsumen orang Indonesia saat ini tidak hanya mencari aktivitas olahraga untuk tujuan kesehatan fisik, tetapi juga untuk mendukung kesehatan mental dan keseimbangan hidup (KIC, 2023).

Tren ini mendorong pertumbuhan kelas olahraga berbasis pengalaman atau experience-based fitness. Konsumen cenderung memilih aktivitas yang menawarkan kombinasi antara olahraga, hiburan, serta interaksi sosial (Uzair, 2025). Faktor seperti komunitas, variasi kelas, fleksibilitas waktu, hingga kenyamanan lokasi menjadi pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan.
Perubahan ini juga memperlihatkan konsumen semakin selektif dalam memilih layanan wellness yang mampu memberikan manfaat secara menyeluruh.
Implikasi Tren Wellness bagi Dunia Bisnis
Meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya keseimbangan hidup membuka peluang besar bagi berbagai sektor industri, termasuk fitness, lifestyle, hingga corporate wellness program. Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan program kesehatan karyawan sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas dan engagement. Menyediakan fasilitas kelas wellness bagi karyawan kini semakin menjadi tren di berbagai perusahaan. Contoh saja Pertamina Retail, PLN, Danone untuk menyebut beberapa perusahaan yang telah menjalankan wellness program secara rutin. Langkah ini menunjukkan meningkatnya kesadaran organisasi terhadap pentingnya work-life balance, sekaligus menjadi strategi dalam menjaga kesejahteraan, produktivitas, dan engagement karyawan.
Berdasarkan berbagai studi, karyawan yang memiliki keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan cenderung memiliki tingkat burnout yang lebih rendah serta performa kerja yang lebih stabil (Hidayat, et. al, 2025). Hal ini menunjukkan wellness bukan hanya isu personal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi bisnis.
Meningkatnya tren aktivitas wellness turut dimanfaatkan berbagai brand sebagai media engagement dengan konsumen. Kolaborasi dua brand besar Nike dan Dove di AS meluncurkan program Body Confident Sport. Program ini dirancang bukan sekadar menjual produk, tetapi menciptakan experience dan nilai emosional bagi komunitas melalui aktivitas self-esteem dan wellness (Uschamber).
Di Indonesia, beberapa brand/ perusahaan mulai menghadirkan kelas wellness gratis sebagai bagian dari strategi pemasaran. Ambil contoh kolaborasi kreatif brand peralatan rumah tangga MODENA dengan Anda Reserva Social Wellness Club selama sebulan penuh (Mei-Juni 2025) di Jakarta.
Mereka menghadirkan pengalaman wellness interaktif seperti kelas yoga dengan pencahayaan LED imersif dari produk MODENA (Fimela.com). Selain memberikan akses aktivitas tanpa biaya, brand juga sering menyertakan berbagai benefit tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan brand awareness sekaligus memperkenalkan produk baru kepada konsumen.
Pentingnya Memahami Tren Melalui Riset Pasar
Perubahan gaya hidup yang dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental menunjukkan kebutuhan konsumen terus berkembang. Bagi pelaku bisnis, memahami perubahan perilaku ini menjadi kunci dalam merancang produk, layanan, serta relevansi strategi pemasaran.
Melalui riset pasar, perusahaan dapat memperoleh insight mendalam mengenai preferensi konsumen, motivasi penggunaan layanan wellness, serta potensi peluang pertumbuhan industri di masa depan.
Workout setelah bekerja kini menjadi bagian dari gaya hidup pekerja modern dalam menjaga keseimbangan antara tekanan kerja dan kesehatan mental. Tren ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya well-being.
Bagi pelaku bisnis, memahami perubahan perilaku ini menjadi langkah penting untuk tetap relevan dalam memenuhi dinamisnya kebutuhan konsumen.
Email: marketing@proximaresearch.co.id
Contact: +6282299988600
Editor: Hendy Adhitya